Senin, 05 Desember 2011

Nyanyian Peri Yang Tak Bersuara....

Kisahku berjalan dalam kabut yang pekat kali ini
Dingin seakan menyandera udara panas dan 
mampu melepuhkan bilur bilur tanya pada hempasan angin
Siapakah dirimu duhai bidadari yang tersesat ?
Bukankah engkau tak semestinya berada disini ?


Kau terdiam dalam kebingungan 
antara batas langit dan pijakan bumi
kemanakah sayapmu sebelah ?
kau tetap tak bergeming....
Adakah luka yang terbias di mata kakimu yang lunglai ?
kau tetap tak bersuara...
lalu apakah yang bisa kau harapkan dari diriku ?
Kau hanya mendongak dengan derai air mata darah


Sentakan naluri seakan menguras kejutku
kala engkau akhirnya ingin merengkuh tubuhku
dalam bisikan angin yang melemah
tersebut sebuah kata...
bantu aku untuk mencari sayap yang tertinggal 
diantara langit dan nestapa.....

Rabu, 16 November 2011

Catatan Hati Merpati.....

Dalam rencana Tuhan aku terdampar
di sebuah beranda hati yang entah milik siapa,
kuamati bayangan wajah lelah yang tertutup sunggingan senyum rantas...
Kemudian kutanyakan mengapa engkau ada disini bersamaku ?


Rupanya dia terlihat sama penatnya denganku
walau canda tetap menghias dalam bilur-bilur kerinduan
Kutatap sekilas 
Ada yang tersimpan rapat disana
Jika kau perkenankan diriku,
maka bersandarlah dalam pelukanku...
Sejenak lepaskan kepedihan yang tersimpan 
dan biarkan semua mengalir dalam kasih yang tertitipkan 


Yang aku tahu...
Engkau adalah sosok yang penuh dengan keunikan
dalam keluguan dan kenaifanmu sebagai manusia
yang tak sempurna
kau coba bentangkan sayap yang hanya sebelah...
berusaha terbang walau entah mata angin kan membawamu kemana


Aku hanya bisa menatap semua keindahan
yang diciptakanNya 
sungguh.... bagiku semua seperti mimpi
memiliki sebagian jiwamu yang tak pernah kuminta sebelumnya


Tuhan....
Aku benar-benar memujamu.....



Jumat, 16 September 2011

Namaku J

Aku tak tahu mengapa aku suka di panggil  J
Apakah  J  menjadi gambaran tentangku ?
Judes, Jelek, Jenius, Jutekan 
Ah masa bodo
karena aku suka di panggil  J


J... adalah jiwaku
J... menjadi semangatku
Dan J membuat aku menjadi J yang sebenarnya


Tetapi lagi lagi aku pun bertanya,
Siapakah  J  itu yang sebenarnya ? 

Indahnya menjadi Perempuan...

Bukankah demikian ?
Wanita ibarat madu tapi juga bisa jadi racun,
tapi itu bukan kataku
Wanita selalu menjadi bagian penting dalam setiap sisi kehidupan
dari dialah Tuhan limpahkan amanah untuk menumbuhkan
generasi baru dalam setiap trah manusia
Dari dialah peradaban dunia silih berganti memegang kendali
karena setiap sejarah tak luput dari keberadaannya
Dari dialah setiap dinasti jatuh bangun karena melahirkan 
kepemimpinan yang bijak, culas, cerdas, atau bahkan kehancuran
yang memuakkan....


Kadangkala menjadi wanita bosan juga
selalu jadi sasaran yang tak beralasan
menjadi bulan bulan setiap kesalahan yang belum 
tentu dia lakukan
terlebih sindiran pedas yang memaki harkat serta
rintihan yang sungguh memilukan kala tersentuh harga dirinya


Namun,
menjadi wanita sungguh amat sempurna 
Tuhan meletakkan surga dikakinya
Tuhan menganugerahkan pujian melebihi yang ada
Tuhan memuliakan wanita laksana bidadari surga...


Jika sudah tahu demikian,
bukankah sungguh indah menjadi perempuan ?

Selasa, 16 Agustus 2011

Sekilas Catatan Asa...

Aku tengah berdiri ditengah savana tak bertuan
memandang tanpa batas asa yang tampak lengang di mataku
Ketika aku sampai pada batas tepian langit sore
secerca harapan sempat kutuang dalam lamunan singkat 
aku pasti bisa bertahan disini....

Saat pergulatan batin mengoyak nadirku
aku semula tak punya impian gila
bahkan untuk memulai sebuah perjalanan tak terencana
Kukira semua tak mungkin bisa kulalui tanpa bekal yang semestinya
Namun nyatanya aku salah....
di hamparan padang ilalang ini ,
kutemukan sari putik yang menggiurkan dahagaku
sungguh aku terpana dengan pemandangan yang sedang kunikmati kali ini
hingga nyatanya aku tak ingin kembali pulang
Sebelum aku benar benar menemukan jati diri yang kumau.....

Yah... Hijrahku kan jadi cerita yang tak berkesudahan 
dan ini adalah awal sebelum kubuka dengan mukadimah....

Kamis, 11 Agustus 2011

Selintas rindu....

Sejenak lirih suara hati merintih
menyebut namamu dengan perih yang masih menyayat
Terhempas kerinduanku dalam batin yang tak dapat kuraba
Aku kangen kamu....
Jika saja waktu bisa kurengkuh 
dan genggamanku sekuat cengkraman pelukmu
seperti kala itu,
tentu engkau tak kan tinggalkan kesunyian 
Jika saja detak jam dalam kalbu bisa kuhitung
maka ini adalah detik keseribu kalinya aku menangis 
Dan jika satu jam yang silam saat terakhir kita bersua
aku mampu ungkapkan kata hati yang sebenarnya
tentunya aku tidak sebahagia ini
melepasmu ....
Rinduku masih  kupegang 
meski lenganku tak lagi mampu 
Aku hanya sekedar mengingat 
Satu jam yang pernah singgah dalam rongga waktuku...

Minggu, 24 Juli 2011

Surat Kepada Lelakiku.....

Kepada lelakiku...
Apa kabarnya dirimu ?
Lama kiranya kau tak bersua dalam bilik hati
Tidakkah engkau rindu padaku ?
Bukankah setiap saat engkau selalu berkata kangen, sayang dan cinta ?
Lalu kemanakah semua itu kau sembunyikan ?

Lelakiku....
Bencikah dirimu dengan hubungan kita ?
Yang tak kunjung usai dengan debat kusir antara nafsu dan cinta palsu yang penuh kehampaan 
Hingga membuat jungkir balik antara logika dan nalar tak ubah seperti seutas benang merah 
yang kusut masai 
Jika alasan tak ubahnya sanggahan dan prasangka , 
lalu mengapakah kau cintai diriku sampai darah hampir mengering dalam peluhmu ?
Sementara kesanggupan dalam meniti tangga kehidupan tak kutemukan awalnya

Duhai Lelakiku....
Dalam kelelahan yang tak pernah kunjung larut
mengapa sekelebat bayangmu justru menggoda nadirku ?
dan membuat kuberfikir, 
bahwa memang benar..... engkau  Lelakiku.....

Jumat, 22 Juli 2011

Dialog Tak Beralur....

Pergi.... itukah yang kau mau ?
Bukan, itu hanya kiasan 
Lalu apa yang akan kau kejar dengan terus berlari tanpa henti ?
Aku hanya ingin bergerak dengan sayap yang tak kunjung mengepak
Jika engkau bukan seekor elang lalu mengapa kau paksa menukik ?
Hanya sekedar ingin tau ada apakah nun jauh disana 
Dan apakah sudah kau temukan yang engkau mau ?
Tak bisa kujawab karena aku tidak pernah tau jika tidak mencernanya
Mengapa tak kau renungkan dahulu jika nyatanya engkau belum bisa menebak maknanya ?
Aku diam seribu bahasa...... 

Rabu, 06 Juli 2011

Jeda diantara lelah

Dalam meniti asa kutau bahwa semua tak akan mudah dalam menempuhnya
Aral yang kan menjebak dan membawa bilur bilur kelelahan, kepahitan 
atau bahkan tangisan darah kan temani setiap perjalanan yang bakal kutempuh
Jika sudah kutau semua tak mudah dilalui maka apakah aku harus berbalik arah ?
Tentu saja tidak !

Namun tak cukup buatku pula dalam mengelak kehendak alam akan datangnya
setiap alur alur hidup yang akan sertai aku

Sesaat aku berhenti menghela nafas dengan dengusan panas diantara dinginnya dinding
Aku meraba peluh yang tak pula mampu menetes meski ada tangisan hening diantara 
amuk amarah yang membuncah kala ada desiran celoteh hina yang menendang harga diri
Mampukah aku membendung gejolak diantara kesejukan yang masih kurasakan diantara 
aliran denyut nadi gairahku ?

Sungguhpun aku ingin berlari kencang namun sepoi angin tak biarkan derap langkahku
berada dalam jalur yang salah....
Baiknya aku diam sesaat dan melihat kala surya masih menuntun dalam penerang langkahku
Dan kan kujejakkan sebuah tanda saat kutemui sebuah karang kelak
Bahwa kusanggup mengukir asa yang sesungguhnya......

Selasa, 07 Juni 2011

Tanya Hati.....Tanya Suara

Semburat cahaya merah memercik dalam binar mata
saat menatap dengan nanar wajah yang begitu kukenal
entah apa yang terbersit hingga bulir bulir air 
mendadak mengalir tanpa terbendung,
bukan tangis sesal yang mengisi relungku
juga bukan kebencian yang kuratapi
aku tertunduk pada kenyataan yang tak kuingini ...


Saat langit kubiarkan merona semburatkan jingga dan ungu
kukira itu indah bila disaksikan dalam lamunan senja
namun aku salah menduga ketika tiba tiba ufuk tak 
segera nampak gelap
Terang cahaya yang entah tak kuduga telah menohok 
dalam pandangan 
silaunya telah membutakan setiap syaraf panca inderaku


Tuhan....
butakah aku dengan setiap pandangan yang tiba tiba
Kau rengut ?
Bukankah mata ini begitu sempurna kala Kau sematkan
pada tubuh ini ?


Gelap yang kunaungi , telah hantarkan pada sebuah tanya besar
Apa yang tengah terjadi pada diriku ?

Senin, 06 Juni 2011

Tiba juga akhirnya ....

Surat itu datang padaku
dalam coretan kusam penuh dengan bekas air mata sesal
perlahan kubaca dengan hati membuncah
getar kurasakan dengan nadi yang berdetak kencang
gemuruh hati buyarkan pikiran sesaat
namun aku paham tulisan itu telah bertutur dalam
bait ketidak berdayaan,

Bicara hati, bicara rasa
kadang sulit memahami tanda-tanda alam yang berbalut 
kepalsuan, apalagi mencerna dengan nalar yang sesak 
saat gulana menyelinap dalam setiap hati yang merasa hampa
menelusuri lorong lorong yang entah akan mengarah kemana
pada akhirnya akan bersandar pada karang yang tak bersamudra

Aku memahami setiap keadaan karena inilah yang akan kutemui
dalam tahap kehidupan yang semakin berliku
Sandarkan sejenak penatmu padaku
seperti halnya aku pernah terluka pada masa silam
Hitam tak selalu gelap pekat
bila nanti ada seberkas cahaya kasih yang kan kau dapat
maka itulah kesempatan kita untuk menerangi kegelapan 
jalan yang akan kita lalui

Kepada hati yang memilihku dalam berbagi...
aku akan selalu memeluk hatimu pada semestinya
dan ruangku selalu ada untukmu....
 

Minggu, 05 Juni 2011

Memeluk nadir dalam sebuah tulisan ....

Tubuhku mendadak lunglai, dalam kesesatan yang tak bisa kuhindari
kurasa di depanku tampak pemandangan yang luar biasa
namun nyatanya hanya bias semu fatamorgana...
Berhenti sejenak dalam nafas yang menderu lagi sesak
tak hiraukan isak dalam hati yang tiba-tiba merebak
Apakah aku salah bila harus menangis dalam kelelahanku ?


Tak bisa kupungkiri nyata yang sebenarnya terjadi
bahwa hati, jiwa dan langkahku dalam gerak yang sama
ibarat sisi mata uang yang terlihat tak sama dengan rupa yang sesungguhnya
Haruskah aku berlari dalam langkah yang tertatih ?
Ataukah aku harus teriak sumpah serapah yang bukan gambarkan diriku ?


Tidak !


Bukan itu yang kumau,
bukan pula begini yang kuingini
Bagaimanapun dan dalam keadaan apapun
hanya keikhlasan serta pengharapan abadi yang tetap
harus ku pegang teguh pada jalan kehendakNya
meski semua tak sejalan dengan rencana sekalipun
aku tetap harus menjadi apa yang diminta....


Tuhan...
rengkuhMu selalu jagai aku dalam kesesatan nafsu
ambisi yang tak semestinya merebak tak ingin pudarkan
segala pengabdian yang memang selayaknya kupersembahkan
untukMu.....
ya, hanya untukMu.....
 

Minggu, 29 Mei 2011

Cinta dalam bingkai segitiga

Tahukah ,
Saat musim cinta mulai bersemi
saduran macam syair dan puisi mendadak mengalir
bak air deras yang mengairi ladang gersang dalam jiwa

Tahukah, 
Saat mendung tiba tiba lenyap diterangi mentari kasih sayang
telah membuat getar dalam jantung hati tak pernah berhenti
melantunkan dendang asmaradana

Dan tahukah,
Saat hasrat mulai bangkit untuk mempersembahkan munajat cinta
pada hati yang di ingini , itu tak semudah dalam bayangan nafsumu...
duduklah sejenak, dan dengarkan bait bait bijak 
agar engkau tak tersesat dalam ganasnya hempasan kerinduan yang
membuncah dalam ragamu
Pernahkah berfikir bahwa pendaran silaunya emosi jiwa
dapat mengangkat sekaligus menghempaskan amarah, kesedihan
atau bahkan kebahagiaan yang tak pernah kau dapat dalam bayanganmu

Takhluk dalam 5 huruf janganlah membuat sesat langkah hatimu
saat labirin yang kau temui tak selalu temukan jalan keluar
maka tak seharusnya kau kembali dalam arah yang sama
dan ketika jiwa yang kau temui tak sendiri,
janganlah engkau bersedih dan diam dalam gulana kegelisahan
sudahkah engkau tau bahwa yang sebenarnya kau lihat
mampu kau raih dalam genggaman kesabaran ?


Untuk jiwa yang sedang merasakan jatuh cinta
nikmati keindahannya serta rasakan dengan naluri
Sudahlah duduk dalam diam, jangan kau rusak suasana dan gambaran 
indahnya lukisan kasih itu
Jika semua merasa tak semestinya seperti yang kau cari
maka berjalanlah kembali dalam lorong yang kau pilih
dan jangan kau sesali jika hati yang kau ingini tak
sepenuhnya bisa kau miliki.....

Kamis, 26 Mei 2011

Bicara Pada Sunyi

Pada satu waktu kita selalu dihadapkan dalam cermin yang kusam
tak sedikitpun gambaran rupa yang jelas ataupun wujud yang semestinya
buram dan gelap...
Disisi waktu yang lain kita seakan berada dalam dimensi liar
seakan dunia yang seharusnya kita tempati mendadak seperti asing dan senyap


Perjalanan hati dalam kurun waktu yang tak sanggup kuhitung
telah menorehkan banyak cerita dalam diary hati
susah, senang, sedih, bahagia, bahkan hal hal yang diluar nalar 
tak ubahnya rentetan skenario dalam lakon panggung sandiwara


Hingga satu ketika 
kita akan menemukan sebuah titik balik yang akan menghempaskan
dalam dasar nadir yang curam 
Lalu akankah  hanya dengan diam yang akan lemparkan kita kembali keatas
awan kebahagiaan ?
Tentu saja Tidak !


Dengan terus berjalan seiring waktu
semua akan kita ketahui jawaban jawaban apa 
yang akan hadir temani langkah....

Minggu, 01 Mei 2011

RENUNGAN DALAM EPISODE 33

Tuhan...
Dalam jeda malam yang kulewati kali ini
ijinkan aku bersimpuh dalam rengkuhanMu
menghela nafas sesaat dalam penatnya perjalanan
yang tak terasa sudah berada ditahap 33 anak tangga kehidupan 
Sungguh bukan waktu yang singkat, 
namun bukan pula waktu yang sesaat


Tuhan....
Dalam bait yang sengaja kurangkaikan kali ini
Ijinkan aku menggengam kalbu
yang selalu Kau letakkan dalam genggamanMu, 
mengupas kerak - kerak yang menemani hitam dan putih perjalananku
Mewarnai setiap gambaran kehidupan yang kulalui tanpa bisa 
kuhapus noda noda yang terlanjur melekat selain dengan kehendakMu


Sungguh tak terasa perjalanan ini telah melampaui 
batas yang tak pernah kutahu kapan akan berhenti,
Begitupun dengan angan yang selalu hantarkan cerita 
yang tak pernah kutahu sampai dimana epidose kehidupan ini
akan menemukan akhirnya


Sujud syukurku padaMu 
bukanlah semata karena hari ini adalah hari yang selalu 
menjadi  tolak awal setiap menjelang hari dimana semua bermula


Tuhan....
Kasih dan sayangMu sungguh sempurna dalam setiap
detak,gerak dan ritme perjalananku
Sungguhpun bila kulampaui kekhilafan ,
Engkau selalu sadarkan aku
dalam keadaan yang tak pernah Kau dakwa aku sebagai tersangka
Meski ada lorong kehampaan dalam dinding hati
namun tak Kau biarkan diriku dalam kesesatan yang abadi


Tak ada hal yang bisa ku katakan lagi selain
Terima kasihku yang terdalam untukMu 
juga atas semua hal yang tak dapat kuuraikan satu persatu
titipan kasih melalui makhluk makhluk pilihanMu yang datang
silih berganti sampai yang tak pernah kuketahui kejutan apalagi 
yang akan kuterima kelak




Tuhan....
Aku cinta padaMu








* Sekedar mengingat hari jadi yg ke 33 dalam abad Masehi 



Sabtu, 30 April 2011

RINDU INI MILIK SIAPA ?

Segumpal rindu berada dalam genggaman 
Tak ingin kutumpahkan pada tempat yang salah 
kusimpan dengan kasih juga dengan sayang dan tak 
kubiarkan mengering walau musim terus saja berganti pola


Kepada siapa layak kutitipkan bila nantinya aku lelah ?
Bukankah pernah terbuang dengan sia sia saat semua terangkai
dengan padu padan yang sempurna dimataku
Aku hanya berdiri diantara ramainya suara yang tawarkan 
kepalsuan diantara manisnya hiruk pikuk cinta
yang berlalu lalang diantara bayangan hampa


Lalu jika harus kulangkahkan lagi
kuingin jejak yang kutinggalkan tak ada bekas
yang kan rapuhkan jiwaku
Maka rinduku masih kan ku genggam dalam letihnya asa yang melunglai.....

Kamis, 28 April 2011

Sepenggal Pesan Yang Terlambat

Nelangsaku kembali merebak saat engkau mendadak pergi
Aku larut dalam senyap yang tak pernah kuinginkan 
Ada apa dengan jiwa yang selalu jadi pelita hati ?
Hingga kepergianmu membuatku menjadi seperti bayi
yang tak ingin ditinggalkan sang penjaga hati


Sendu yang menyelimuti kalbu tak ubahnya mendung
yang menyeruak diantara getir yang haus dahaga kasih sayang
Sama halnya saat yang lain tinggalkan diriku dalam 
kesunyian padang savana yang gersang 


Tangisan kalbuku seakan tak kau hiraukan lagi
Aku terpaku sesaat hingga diamku seakan memang
kau paksakan harus kutautkan dalam perihnya batin sunyi
Langit yang cerah mendadak gelap
seakan gulita ini sengaja kau ciptakan agar aku mampu berjalan dalam kegelapan hati


Jalanan yang kutelusuri kembali lengang,
tak ada lagi suara dan cercaan yang mengubahku menjadi
gadis periang
Bangku yang selalu jadi tempat kita bercengkerama mendadak bisu
bersama dengan sepoi angin yang menyayat hingga aku 
menggigil dalam kesedihan


Jika saja kau beri kesempatan
ingin kubisikkan pesan yang tersembunyi 
"Jangan pergi, aku masih membutuhkanmu..."


Bilakah suara hati kau dengarkan ?

Selasa, 19 April 2011

Sebait Rindu Dari Lara Hati

Dalam jeda nafas yang kuhirup
ada hentakan batin yang ingin teriakkan kata kata dalam
sebuah lorong sunyi
entah hanya sekedar melepas belenggu rasa ataupun karena
aku lelah...
Peluh yang terkuras mendadak kering dalam sekedip mata 
Kemanakah aku harus terlelap ?
Aku rindu untuk pulang setelah menapak dalam terjalnya cadas 
yang terus kudaki sampai ke titian asa yang tak temukan beranda


Memang sudah inginku terus berjalan tak menoleh kebelakang
tanpa harus berujar dengan sejuta alasan yang tak seharusnya terucap
Dan inilah nyata yang sebenarnya
Kusadari sepenuhnya bahwa bekunya labirin kesunyian tentulah bukan
karena tak ingin kusinari dengan cahaya kosong
Tak mau pula menjadi makhluk angkuh yang mentasbihkan hati
pada sabda cinta palsu hampa


Aku adalah jiwa yang sedang terpasung dalam ketersesatan
jalur yang meingkar selalu memutar balikkan diri pada rotasi tak berujung
kemana jalan yang semestinya kulalui
Aku harus bisa temukan titik balik yang sesungguhnya
walau itu harus kulalui dengan waktu yang terlambat
Istirahatlah sejenak jiwaku,
kubiarkan sesaat engkau menghirup udara walau dalam celah setitik


Aku hanya  rindu untuk pulang....
dan asaku tetaplah terus temukan jalan untuk pulang....

Senin, 11 April 2011

Move On

Disinilah duniaku sekarang,
gelap dan tenang
Tak ada suara suara sumbang nang melengking
apalagi hingar bingar gemuruh cemooh yang nyaring
Hanya berteman dengan alam liar yang takkan hiraukan kehadiranku

Sengaja kusiapkan sedari awal 
agar aku bisa merasakan kesejukan udara
diantara pengapnya nafas nafas kemunafikan
Aku bisa menjadi apa saja yang kumau
tanpa dipandang asing bak makhluk dari berantah 

Inilah rumahku sekarang
jauh dari liarnya dunia palsu hampa
dan tak perlu hidup dalam kepura puraan
Terlebih kubebaskan hati mengelana menelusuri
alur sungai kehidupan yang berliku

Sejenak aku berfikir mana yang harus aku dahulukan
rehat di padang savana berkawan rumput liar
ataukah kukeluarkan gitar kasihku
Sepertinya aku rindu bernyanyi seperti saat 
duduk di tepi pantai kerinduan yang selalu menepi
Kusiapkan saja gitarku walau senar cintaku telah putus
kupetik lagu kesenangan dengan senandung lirih kutautkan
musikku kembali terdengar walau sedikit sumbang
ah..biarlah hanya aku dan rerumputan yang dengar
tak ada seorangpun disekitarku
Aku kembali bernyanyi iringi sepoi angin yang turut menari
diantara langit yang mendung 

Suara hati...
dengarkan laguku untukmu...

Minggu, 10 April 2011

Pernikahan Alam Baka

Tetes kerinduan bersandar di dermaga sepiku
berjajar dengan bulir bulir kenangan yang lama berlalu
Sesaat aku seperti dalam dimensi lain
hingga tanpa kusadari sesosok bayangan perlahan menghampiri
Sungguh aku mengenali dirimu, wajah yang selalu membekas dalam 
setiap bait bait tasbih yang seakan tak lepas dalam munajat kecintaanku

Senyum yang tersungging serupa dengan yang dulu selalu kau berikan
dalam ucapan dan salam 
Subhanallah.... kerinduanku begitu menyala dengan bara yang sama sekali
tak pernah padam sedikitpun
Bagaimana bisa aku lupa dengan dekapan hangatmu
kala dingin menyesap dalam malam malam sepiku
Tak pernah sekalipun engkau mengeluh meski kelelahan jelas tersirat
Kau ada saat yang lain tak ada

Aku masih takjub dengan kehadiranmu 
setelah bertahun tahun engkau pergi
dengan meninggalkan bekas kesedihan yang mendalam
dan tak pernah bisa kututupi dengan cara apapun
Meski musim selalu berganti dengan acuan waktu
Yang selalu kuingat , 
kau titipkan pesan rahasia yang hanya aku saja tau
Ya...
Aku sangat kehilanganmu...

Tersadar kembali dari kenangan biru itu 
tiba tiba muncul dari ujung yang lain seseorang yang begitu
kukenal pula
Hai.... ada apa hari ini, seakan akan semua terencana
semua datang disaat yang entah tepat 
ataukah memang sudah dikehendaki 

Tawaku lepas dengan rasa yang semakin membuncah
ini bukan hari jadiku, namun seakan pesta akan digelar
Hey.... siapa yang akan berpesta ?
Adakah pernikahan akan digelar ?
Siapakah mempelainya ? 
Rupanya kisah Romeo akan terulang 
Ataukah kisah Adam dan Hawa yang lebih tepat dijabarkan ?
Kisah kasih pilu dalam roman kehidupanku 
memberikan warna lain diantara kelamnya cerita cinta
dan memberikan silauan diantara cermin yang retak
Sungguh meski raga tak lain berteman dengan nyawa
balada kasih yang terkubur tetaplah jadi bagian klasik 
yang akan selalu mempunyai ruang tersendiri


Aku sungguh bahagia melihatmu bersanding kembali
entah aku tak  tau dibalik kejadian ini
 meski ada sebuah tanya hati
Apakah kalian benar benar telah bertemu di alam sana....?
Aku hanya ingin bisikan sesuatu


Tunggulah aku di rumah kehidupan selanjutnya....








* Tribute to my beloved aunty (she already passed away in 1991) and my beloved uncle ( he already passed away in 2002 ) They were loving an each other until the end of time and the best couple I ever had and knew

Love u all.....( U & P )
 

Senin, 04 April 2011

Aku dan Piano Tua

Sudah lama ku tinggalkan kebiasaanku setiap jeda waktu
merenda nada mengutip syair hingga menjadi sebuah nyanyian rindu
Bersama teman lamunanku selalu kuterbuai dalam khayalan
Apa kabarnya teman sejatiku hingga aku melupakanmu


Beranjak menuju sudut ruang kuhampiri dirimu
Kusam tubuhmu telah kuabaikan sampai waktu tak bisa kuingat 
sudah berapa lamakah aku melupakanmu ?
Perlahan kubuka selimut yang selalu menghangatkan tubuhmu 
debu terusik hingga mengepul bak asap kasat 
Sungguh aku merasa bersalah telah membiarkan tubuhmu menjadi begitu lusuh

Sesaat aku tak dapat berfikir apa yang ingin kulakukan terhadapmu
Namun percayalah, aku sangat merindukanmu
Kusapa dirimu, engkau hanya diam
aku paham akan kemarahanmu
Kubuka dirimu dengan kasihku yang masih sama kuberikan dahulu
berharap engkau masih merasakan getaran yang sama


Jemariku mulai gerakan kunci kunci nada yang selalu kita rangkai
bermain irama bersama harmoni
bercanda dengan lagu lagu cinta yang selalu jadi tempat yang tepat
sandarkan lamunanku
Melodiku mulai mengembara, hadirkan khayalan berkelana menelusuri taman hati yang sudah lama senyap tanpa nyanyian dan bait bait kerinduan


Nadaku semakin mengalir, dengan dendang yang lirih kita berkolaborasi 
sampai pada titik menjelang puncak irama tiba tiba aku hilang suara
Bukan...bukan aku tapi kamu.
Kemana satu kunci nada itu pergi ? 



Sabtu, 26 Maret 2011

Sang Pemenang Hati

Kepada jiwa yang memenangkan hatiku ,
Dengarkan apa yang akan kukatakan ...


Benar aku mencintaimu 
walau semua tak sejalan dengan angan
dan tak berujung indah 
Kutetapkan ukiran namamu seperti yang pernah kau
torehkan dengan kata kata kesungguhanmu kala awal pertemuan kita


Benar aku menyayangimu 
dengan segenap gelora yang membuncah
seperti saat kau rengkuh aku dalam dekapan gairahmu
hingga aku rebah dalam buaian cinta yang kau tanamkan dalam dalam


Benar aku menginginkanmu
hingga nyawa tak lagi bersatu dengan raga 
sama halnya yang pernah kau ikrarkan tuk selalu ada
tanpa aku memintamu selalu temani aku 


Dan benar aku membencimu 
karena semua telah berlalu
menguap tanpa bekas dan hanya jejak kusam yang tertinggal
tak ada pesan terakhir dan lambaian selamat tinggal 
Engkau benar benar berlalu....


Wahai jiwa yang t'lah memenangkan hatiku ,
Sungguhpun bila semua tak seindah yang kau nyatakan 
Aku tetap menyimpan kenangan kosong itu dalam ruang yang lembab
dan dingin , sebagaimana yang sudah kukatakan padamu


Hanya kamu yang mempunyai hatiku.....

Kamis, 24 Maret 2011

Sudut Dinding Hati ( ada cerita yang tertinggal )....

Sesaat jiwaku berkelana 
menelusuri labirin masa silam 
Berkelok kelok mencari celah diantara dinding hati
tertoreh bekas corat coret dan sulaman luka
yang sudah tak bernanah lagi

Kudapati satu tulisan yang tersirat dalam bilik hampa
yang lama kosong,
sebuah catatan kusam yang tak tau kapan pernah tertuang 
Sepertinya pernah tak kusadari telah menumpahkan curahan
dalam tangis dan kemarahan yang meluap akan sebuah kekecewaan
yang mendarah daging hingga tak sanggup melampaui batas sisi manusiawi dalam kalbuku

Yah... pernah dulu kukecewa teramat dalam 
hingga untuk berteriak saja seakan hanya dalam hati
berada dalam lingkaran setan yang tak pernah ingini
dan hampir membunuh naluriku karena entah harus bagaimana lagi aku harus bertindak

Kupikir semua tak kan berkesudahan namun nyatanya semua
dapat kuakhiri dengan kelegaan yang luar biasa
tapi rasa kecewa itu seakan masih bisa kurasakan saat ini
Apakah karena kubaca lagi celoteh dinding kusam ini
ataukah karena sebab lain hingga buatku seakan tak punya
harap lagi untuk bisa memberi cinta dan dicintai ?

Baiknya aku berlalu saja sekarang
daripada aku terluka lagi...

Minggu, 06 Maret 2011

Jeda Diantara Diorama Hidup

Menghitung banyaknya bintang dilangit tak akan mungkin bisa kau tebak berapa banyak yang tertangkap angka
Sama halnya berusaha menguras lautan dengan sebuah ember yang kau beli
namun tak jua habis dalam hitungan abad 
Itulah dunia...
Banyak hal yang mungkin dan tak mungkin
Tapi sekalipun terasa tak masuk di akal ,namun semua membawa arti 

Dalam deret waktu ada banyak cerita yang berjajar,
bergiliran melukiskan peristiwa yang terekam dalam lakon-lakon yang bergerak
Jungkir balik dalam emosi masing-masing pemeran hidup
Menampilkan adegan demi adegan yang teralur, atau bahkan secara spontan harus tampil dalam pentas tanpa babak
Kita hanyalah seorang pelakon yang harus tampil tanpa naskah apalagi skenario
Tak tau kapan waktu yang tepat untuk berdialog, dan kapan pula harus berganti peran


Apalah artinya menjadi seorang artis terkenal kalau nyatanya kita adalah aktris kehidupan yang sesungguhnya
Figur yang tertampil dalam seonggok daging, yang tercampur dari unsur tanah dan dimainkan secara emosional oleh insting yang diberikan oleh Sang Sutradara
Inilah kita... artis yang tak akan membawa piala dalam kubur selain pujian, cercaan, hinaan atau tepukan tangan dari para penonton
Jika memang benar kita seorang aktris, lalu siapakah penontonnya ?


Adakah yang tau ,makna dari setiap pentas kehidupan ?



Minggu, 27 Februari 2011

DIALOG MATI SURI...

Rasanya baru sekian detik kupejamkan mataku
diantara lelah yang membuncah ragaku
Tiba tiba aku terbangun dalam lelapku  
Kuperhatikan setiap sudut, nyatanya ini bukan pembaringanku 
Dimanakah aku ? 
Kenapa aku terbangun ditempat yang salah ? 

Sesosok bayangan dengan bias cahaya yang terang menghampiriku 
Tak jelas guratan wajah , apalagi gambaran seperti apa wujud itu 
Aku terduduk dengan diam sejuta tanya 
Siapakah Engkau ??
Nyatanya kemudian yang kudengar adalah suara asing yang   mengajak bicara padaku 
"Tahukah engkau , dimanakah dirimu berada ?" 
"Aku tidak tahu, " jawabku 

"Bagus jika engkau tidak mengetahuinya "

" Sesungguhnya tempat apakah ini ? " tanyaku beranikan diri 
"Disinilah tempat persinggahan sementara sebelum engkau mendapat panggilan dari si Pemberi Hidup " kata suara itu 
 Aku temangu dalam keterkejutanku 

"Sudahlah.... jangan engkau terkejut dengan keadaanmu sekarang, bukankah sewaktu waktu engkau akan mati meninggalkan raga di duniamu ? " seakan dia tahu apa yang ku pikirkan saat ini 
"Tapi segala urusanku belumlah selesai kukerjakan, masih banyak hal yang belum aku lakukan dan waktu yang tersisa untukku masihlah sedikit yang aku manfaatkan " tiba-tiba meluncur kalimat sanggahan di balik kepanikan yang melanda 
" Jika kau bicara waktu, kemanakah engkau selama ini ? Apa sajakah yang sudah engkau kerjakan hingga seakan waktu tak cukup buatmu ? " tanyanya dengan tajam 
"Aku..aku.... " kenapa tiba tiba lidahku kelu , tak satu kalimat pun bisa aku ucapkan diantara peluh yang mulai mengucur 

"sudahlah...terima saja takdirmu bahwa waktumu telah habis dalam masa pembelajaranmu " 

"Tapi ijinkan aku untuk memperbaiki semua hal yang ingin aku ubah, ijinkan aku kembali dalam duniaku agar aku bisa menyiapkan diri menjadi lebih baik saat Kau panggil aku kembali " kucoba tawarkan waktu padanya  

"Apalagi yang ingin kau rubah sementara kekekalanmu didunia sudah diakhiri, kau sia siakan waktu hanya dengan bermuram durja, kau sesatkan hatimu pada hal hal yang hanya menjauhkan syukur nikmat yang kuberi. Belumkah itu cukup untuk membuka mata hatimu ? " hardik suara tadi 
Aku sungguh ketakutan mendengar itu, bak petir yang menghantam sukmaku 
"Sudahkah itu cukup untuk mencoba mengalihkan aku ? " tanyanya sekali lagi

"aku... "  

"Apa saja yang sudah kau perbuat, saat kupinjamkan raga padamu. Kau sia siakan kesempurnaanmu disaat yang lain ku beri kekurangan di beberapa bagian, ku beri engkau panca indera yang sempurna disaat yang lain hanya memiliki satu diantara keduannya, ku beri rasa disaat yang lain mendapatkan kehampaan , Ku beri nafas yang bebas disaat yang lain tersengal sengal ingin mendapatkan kebebasan seperti yang kau punya... Masihkan kau anggap itu kurang ataukah engkau memang sengaja menciptakan dirimu sebagai makhluk yang sombong !!! "  

Air mataku mengalir deras, bilur bilur sesal merambat sadis pada seluruh urat nadiku.
Detak jantung yang biasa kurasakan ibarat detak jam yang hanya berjalan sedetik demi sedetik serba melambat dan menyakitkan. 
Tak ada lagi kata yang bisa kurangkai lengkap selain penyesalan demi penyesalan yang semakin memelukku dengan sangat. 
Seperti inikah rasanya mati ? 
Seperti inikah pengadilan yang akan aku hadapi ? 
Seperti inikah ?  

"Sesalmu adalah tanda bahwa nuranimu masih hidup, diantara puncak egomu yang menggelora " suara itu kembali menusuk pendengaranku, namun tak sekeras yang kutangkap tadi 
"Kuberi engkau waktu untuk menghapus sesalmu dengan durasi  yang tak sepanjang saat kau dapat seperti kemarin. Basuhlah jiwamu dengan rasa yang baru sebelum engkau benar benar berada ditempat abadi"   

Aku tetap saja menangis , tetap terdiam tanpa suara...

Selasa, 22 Februari 2011

Melintas di Taman Hati....

Kutabur benih kerinduan saat musim tak berarah 
entah bibit apa yang kucoba tanam 
sementara inginku hanyalah sekedar tak diam tanpa kata saja
Menggali diatas batu yang berpasir seakan tanpa letih ku terus menggali
harapan yang ingin ku wujudkan agar tumbuh bunga keabadian diantara taman hati yang sudah mulai kembali kusiram dengan mata air cinta...

Sungguh pun bila nanti tak ada tunas yang menggeliat diantara gundukan batu
aku tak peduli..
Aku hanya ingin mencoba disisa kekuatan yang ada
dan segenggam bibit harapan yang kupunya 

Ataukah layak kusemai saja semua bibit ini agar semua tumbuh dengan sendirinya
tanpa harus ku petik bila bunga bunga itu bermekaran di tiap musim yang ada ?

Taman Hati yang mulai kurawat
kubiarkan menjalar rumput rumput liarnya
Aku hanya ingin taman ini tak gersang lagi, seperti yang pernah tertinggal sesaat 

Aku hanya ingin kupu kupu, kumbang kembali hadir 
bercanda diantara kelopak bunga cinta yang bersemayam dengan indah
didasar ruangan hati yang lembab...
Agar kesejukan kembali ada diruang kalbuku