Senja memeluk jingga dalam rengkuhan angin pantai yang berhembus
hantarkan rindu yang tak berarah tanpa kelana yang tak kunjung usai
Langkah mata angin tak ubah seperti kompas yang abstrak
tak mengena tujuan namun arah tak jua terlihat
Muram...
Bisu....
Hening...
Dalam diam aku menatap kaki langit di tepi pantai biru
labuhkan asa yang tak ada kata
Kemanakah alur riak pantai akan bercerita ?
sudahkah badai akan berlalu, bila nyata yang tampak seakan
seperti gelombang yang tengah menggulung perih
Apakah muara yang tampak keruh menjadi pusaran gelisahmu ?
rupanya bukan saja langit sore yang menagis pilu
karena camar sudah tak lagi mampu bercengkerama riang
jika demkian kiranya, apakah semua akan berakhir dengan malam yang
penuh dengan senyuman gemintang ?
biar rembulan yang isyaratkan lantunan nada sendumu......