Kepada jiwa yang memenangkan hatiku ,
Dengarkan apa yang akan kukatakan ...
Benar aku mencintaimu
walau semua tak sejalan dengan angan
dan tak berujung indah
Kutetapkan ukiran namamu seperti yang pernah kau
torehkan dengan kata kata kesungguhanmu kala awal pertemuan kita
Benar aku menyayangimu
dengan segenap gelora yang membuncah
seperti saat kau rengkuh aku dalam dekapan gairahmu
hingga aku rebah dalam buaian cinta yang kau tanamkan dalam dalam
Benar aku menginginkanmu
hingga nyawa tak lagi bersatu dengan raga
sama halnya yang pernah kau ikrarkan tuk selalu ada
tanpa aku memintamu selalu temani aku
Dan benar aku membencimu
karena semua telah berlalu
menguap tanpa bekas dan hanya jejak kusam yang tertinggal
tak ada pesan terakhir dan lambaian selamat tinggal
Engkau benar benar berlalu....
Wahai jiwa yang t'lah memenangkan hatiku ,
Sungguhpun bila semua tak seindah yang kau nyatakan
Aku tetap menyimpan kenangan kosong itu dalam ruang yang lembab
dan dingin , sebagaimana yang sudah kukatakan padamu
Hanya kamu yang mempunyai hatiku.....
Sabtu, 26 Maret 2011
Kamis, 24 Maret 2011
Sudut Dinding Hati ( ada cerita yang tertinggal )....
Sesaat jiwaku berkelana
menelusuri labirin masa silam
Berkelok kelok mencari celah diantara dinding hati
tertoreh bekas corat coret dan sulaman luka
yang sudah tak bernanah lagi
Kudapati satu tulisan yang tersirat dalam bilik hampa
yang lama kosong,
sebuah catatan kusam yang tak tau kapan pernah tertuang
Sepertinya pernah tak kusadari telah menumpahkan curahan
dalam tangis dan kemarahan yang meluap akan sebuah kekecewaan
yang mendarah daging hingga tak sanggup melampaui batas sisi manusiawi dalam kalbuku
Yah... pernah dulu kukecewa teramat dalam
hingga untuk berteriak saja seakan hanya dalam hati
berada dalam lingkaran setan yang tak pernah ingini
dan hampir membunuh naluriku karena entah harus bagaimana lagi aku harus bertindak
Kupikir semua tak kan berkesudahan namun nyatanya semua
dapat kuakhiri dengan kelegaan yang luar biasa
tapi rasa kecewa itu seakan masih bisa kurasakan saat ini
Apakah karena kubaca lagi celoteh dinding kusam ini
ataukah karena sebab lain hingga buatku seakan tak punya
harap lagi untuk bisa memberi cinta dan dicintai ?
Baiknya aku berlalu saja sekarang
daripada aku terluka lagi...
menelusuri labirin masa silam
Berkelok kelok mencari celah diantara dinding hati
tertoreh bekas corat coret dan sulaman luka
yang sudah tak bernanah lagi
Kudapati satu tulisan yang tersirat dalam bilik hampa
yang lama kosong,
sebuah catatan kusam yang tak tau kapan pernah tertuang
Sepertinya pernah tak kusadari telah menumpahkan curahan
dalam tangis dan kemarahan yang meluap akan sebuah kekecewaan
yang mendarah daging hingga tak sanggup melampaui batas sisi manusiawi dalam kalbuku
Yah... pernah dulu kukecewa teramat dalam
hingga untuk berteriak saja seakan hanya dalam hati
berada dalam lingkaran setan yang tak pernah ingini
dan hampir membunuh naluriku karena entah harus bagaimana lagi aku harus bertindak
Kupikir semua tak kan berkesudahan namun nyatanya semua
dapat kuakhiri dengan kelegaan yang luar biasa
tapi rasa kecewa itu seakan masih bisa kurasakan saat ini
Apakah karena kubaca lagi celoteh dinding kusam ini
ataukah karena sebab lain hingga buatku seakan tak punya
harap lagi untuk bisa memberi cinta dan dicintai ?
Baiknya aku berlalu saja sekarang
daripada aku terluka lagi...
Minggu, 06 Maret 2011
Jeda Diantara Diorama Hidup
Menghitung banyaknya bintang dilangit tak akan mungkin bisa kau tebak berapa banyak yang tertangkap angka
Sama halnya berusaha menguras lautan dengan sebuah ember yang kau beli
namun tak jua habis dalam hitungan abad
Itulah dunia...
Banyak hal yang mungkin dan tak mungkin
Tapi sekalipun terasa tak masuk di akal ,namun semua membawa arti
Dalam deret waktu ada banyak cerita yang berjajar,
bergiliran melukiskan peristiwa yang terekam dalam lakon-lakon yang bergerak
Jungkir balik dalam emosi masing-masing pemeran hidup
Menampilkan adegan demi adegan yang teralur, atau bahkan secara spontan harus tampil dalam pentas tanpa babak
Kita hanyalah seorang pelakon yang harus tampil tanpa naskah apalagi skenario
Tak tau kapan waktu yang tepat untuk berdialog, dan kapan pula harus berganti peran
Apalah artinya menjadi seorang artis terkenal kalau nyatanya kita adalah aktris kehidupan yang sesungguhnya
Figur yang tertampil dalam seonggok daging, yang tercampur dari unsur tanah dan dimainkan secara emosional oleh insting yang diberikan oleh Sang Sutradara
Inilah kita... artis yang tak akan membawa piala dalam kubur selain pujian, cercaan, hinaan atau tepukan tangan dari para penonton
Jika memang benar kita seorang aktris, lalu siapakah penontonnya ?
Adakah yang tau ,makna dari setiap pentas kehidupan ?
Sama halnya berusaha menguras lautan dengan sebuah ember yang kau beli
namun tak jua habis dalam hitungan abad
Itulah dunia...
Banyak hal yang mungkin dan tak mungkin
Tapi sekalipun terasa tak masuk di akal ,namun semua membawa arti
Dalam deret waktu ada banyak cerita yang berjajar,
bergiliran melukiskan peristiwa yang terekam dalam lakon-lakon yang bergerak
Jungkir balik dalam emosi masing-masing pemeran hidup
Menampilkan adegan demi adegan yang teralur, atau bahkan secara spontan harus tampil dalam pentas tanpa babak
Kita hanyalah seorang pelakon yang harus tampil tanpa naskah apalagi skenario
Tak tau kapan waktu yang tepat untuk berdialog, dan kapan pula harus berganti peran
Apalah artinya menjadi seorang artis terkenal kalau nyatanya kita adalah aktris kehidupan yang sesungguhnya
Figur yang tertampil dalam seonggok daging, yang tercampur dari unsur tanah dan dimainkan secara emosional oleh insting yang diberikan oleh Sang Sutradara
Inilah kita... artis yang tak akan membawa piala dalam kubur selain pujian, cercaan, hinaan atau tepukan tangan dari para penonton
Jika memang benar kita seorang aktris, lalu siapakah penontonnya ?
Adakah yang tau ,makna dari setiap pentas kehidupan ?
Langganan:
Postingan (Atom)