Kamis, 28 April 2011

Sepenggal Pesan Yang Terlambat

Nelangsaku kembali merebak saat engkau mendadak pergi
Aku larut dalam senyap yang tak pernah kuinginkan 
Ada apa dengan jiwa yang selalu jadi pelita hati ?
Hingga kepergianmu membuatku menjadi seperti bayi
yang tak ingin ditinggalkan sang penjaga hati


Sendu yang menyelimuti kalbu tak ubahnya mendung
yang menyeruak diantara getir yang haus dahaga kasih sayang
Sama halnya saat yang lain tinggalkan diriku dalam 
kesunyian padang savana yang gersang 


Tangisan kalbuku seakan tak kau hiraukan lagi
Aku terpaku sesaat hingga diamku seakan memang
kau paksakan harus kutautkan dalam perihnya batin sunyi
Langit yang cerah mendadak gelap
seakan gulita ini sengaja kau ciptakan agar aku mampu berjalan dalam kegelapan hati


Jalanan yang kutelusuri kembali lengang,
tak ada lagi suara dan cercaan yang mengubahku menjadi
gadis periang
Bangku yang selalu jadi tempat kita bercengkerama mendadak bisu
bersama dengan sepoi angin yang menyayat hingga aku 
menggigil dalam kesedihan


Jika saja kau beri kesempatan
ingin kubisikkan pesan yang tersembunyi 
"Jangan pergi, aku masih membutuhkanmu..."


Bilakah suara hati kau dengarkan ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar