Dalam meniti asa kutau bahwa semua tak akan mudah dalam menempuhnya
Aral yang kan menjebak dan membawa bilur bilur kelelahan, kepahitan
atau bahkan tangisan darah kan temani setiap perjalanan yang bakal kutempuh
Jika sudah kutau semua tak mudah dilalui maka apakah aku harus berbalik arah ?
Tentu saja tidak !
Namun tak cukup buatku pula dalam mengelak kehendak alam akan datangnya
setiap alur alur hidup yang akan sertai aku
Sesaat aku berhenti menghela nafas dengan dengusan panas diantara dinginnya dinding
Aku meraba peluh yang tak pula mampu menetes meski ada tangisan hening diantara
amuk amarah yang membuncah kala ada desiran celoteh hina yang menendang harga diri
Mampukah aku membendung gejolak diantara kesejukan yang masih kurasakan diantara
aliran denyut nadi gairahku ?
Sungguhpun aku ingin berlari kencang namun sepoi angin tak biarkan derap langkahku
berada dalam jalur yang salah....
Baiknya aku diam sesaat dan melihat kala surya masih menuntun dalam penerang langkahku
Dan kan kujejakkan sebuah tanda saat kutemui sebuah karang kelak
Bahwa kusanggup mengukir asa yang sesungguhnya......
Bahwa kusanggup mengukir asa yang sesungguhnya......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar