Kamis, 09 Februari 2012

Senandung Jingga......

Senja memeluk jingga dalam rengkuhan angin pantai yang berhembus
hantarkan rindu yang tak berarah tanpa kelana yang tak kunjung usai
Langkah mata angin tak ubah seperti kompas yang abstrak
tak mengena tujuan namun arah tak jua terlihat

Muram...

Bisu....

Hening...

Dalam diam aku menatap kaki langit di tepi pantai biru
labuhkan asa yang tak ada kata
Kemanakah alur riak pantai akan bercerita ?

sudahkah badai akan berlalu, bila nyata yang tampak seakan
seperti gelombang yang tengah menggulung perih
Apakah muara yang tampak keruh menjadi pusaran gelisahmu ?

rupanya bukan saja langit sore yang menagis pilu
karena camar sudah tak lagi mampu bercengkerama riang
jika demkian kiranya, apakah semua akan berakhir dengan malam yang
penuh dengan senyuman gemintang ?

biar rembulan yang isyaratkan lantunan nada sendumu......

Rabu, 11 Januari 2012

Kangen.... ( Itu saja )

Lama kutatap tetesan air mata langit diantara pekatnya awan 
Kusandarkan pikiran pada jendela hati yang tak berpintu
Seakan cuaca mampu membaca kilasan sunyi
yang nelangsakan sekelumit penat yang menggumpal


Aku rindu padamu....
Demikian hati membisikkan angin yang berdesir lirih
Apakah demikian engkau disana ?
Masihkah aku mampu memeluk embun yang setiap pagi
mencium deru nafas gairahku sisa semalam ?


Hati, tak akan teriakkan lagi sebentuk nama yang tertuang
dalam lantun kesunyian
Namun kiranya waktu bisa kugenggam selaksa detak
yang kau hentakkan 
Bisakah sekelumit kata yang tertinggal dapat 
melepaskan rasa yang membuncah selama ini ?


Entahlah......