Aku tengah berdiri ditengah savana tak bertuan
memandang tanpa batas asa yang tampak lengang di mataku
Ketika aku sampai pada batas tepian langit sore
secerca harapan sempat kutuang dalam lamunan singkat
aku pasti bisa bertahan disini....
Saat pergulatan batin mengoyak nadirku
aku semula tak punya impian gila
bahkan untuk memulai sebuah perjalanan tak terencana
Kukira semua tak mungkin bisa kulalui tanpa bekal yang semestinya
Namun nyatanya aku salah....
di hamparan padang ilalang ini ,
kutemukan sari putik yang menggiurkan dahagaku
sungguh aku terpana dengan pemandangan yang sedang kunikmati kali ini
hingga nyatanya aku tak ingin kembali pulang
Sebelum aku benar benar menemukan jati diri yang kumau.....
Yah... Hijrahku kan jadi cerita yang tak berkesudahan
dan ini adalah awal sebelum kubuka dengan mukadimah....
Selasa, 16 Agustus 2011
Kamis, 11 Agustus 2011
Selintas rindu....
Sejenak lirih suara hati merintih
menyebut namamu dengan perih yang masih menyayat
Terhempas kerinduanku dalam batin yang tak dapat kuraba
Aku kangen kamu....
Jika saja waktu bisa kurengkuh
dan genggamanku sekuat cengkraman pelukmu
seperti kala itu,
tentu engkau tak kan tinggalkan kesunyian
Jika saja detak jam dalam kalbu bisa kuhitung
maka ini adalah detik keseribu kalinya aku menangis
Dan jika satu jam yang silam saat terakhir kita bersua
aku mampu ungkapkan kata hati yang sebenarnya
tentunya aku tidak sebahagia ini
melepasmu ....
Rinduku masih kupegang
meski lenganku tak lagi mampu
Aku hanya sekedar mengingat
Satu jam yang pernah singgah dalam rongga waktuku...
Langganan:
Postingan (Atom)