TAhukah
Hidup bukan sekedar terlena
Bukan pula menipu mimpi
Bagimu hidup seperti apa kawan ?
Dinding Hati
Selasa, 02 April 2013
Kamis, 09 Februari 2012
Senandung Jingga......
Senja memeluk jingga dalam rengkuhan angin pantai yang berhembus
hantarkan rindu yang tak berarah tanpa kelana yang tak kunjung usai
Langkah mata angin tak ubah seperti kompas yang abstrak
tak mengena tujuan namun arah tak jua terlihat
Muram...
Bisu....
Hening...
Dalam diam aku menatap kaki langit di tepi pantai biru
labuhkan asa yang tak ada kata
Kemanakah alur riak pantai akan bercerita ?
sudahkah badai akan berlalu, bila nyata yang tampak seakan
seperti gelombang yang tengah menggulung perih
Apakah muara yang tampak keruh menjadi pusaran gelisahmu ?
rupanya bukan saja langit sore yang menagis pilu
karena camar sudah tak lagi mampu bercengkerama riang
jika demkian kiranya, apakah semua akan berakhir dengan malam yang
penuh dengan senyuman gemintang ?
biar rembulan yang isyaratkan lantunan nada sendumu......
hantarkan rindu yang tak berarah tanpa kelana yang tak kunjung usai
Langkah mata angin tak ubah seperti kompas yang abstrak
tak mengena tujuan namun arah tak jua terlihat
Muram...
Bisu....
Hening...
Dalam diam aku menatap kaki langit di tepi pantai biru
labuhkan asa yang tak ada kata
Kemanakah alur riak pantai akan bercerita ?
sudahkah badai akan berlalu, bila nyata yang tampak seakan
seperti gelombang yang tengah menggulung perih
Apakah muara yang tampak keruh menjadi pusaran gelisahmu ?
rupanya bukan saja langit sore yang menagis pilu
karena camar sudah tak lagi mampu bercengkerama riang
jika demkian kiranya, apakah semua akan berakhir dengan malam yang
penuh dengan senyuman gemintang ?
biar rembulan yang isyaratkan lantunan nada sendumu......
Rabu, 11 Januari 2012
Kangen.... ( Itu saja )
Lama kutatap tetesan air mata langit diantara pekatnya awan
Kusandarkan pikiran pada jendela hati yang tak berpintu
Seakan cuaca mampu membaca kilasan sunyi
yang nelangsakan sekelumit penat yang menggumpal
Aku rindu padamu....
Demikian hati membisikkan angin yang berdesir lirih
Apakah demikian engkau disana ?
Masihkah aku mampu memeluk embun yang setiap pagi
mencium deru nafas gairahku sisa semalam ?
Hati, tak akan teriakkan lagi sebentuk nama yang tertuang
dalam lantun kesunyian
Namun kiranya waktu bisa kugenggam selaksa detak
yang kau hentakkan
Bisakah sekelumit kata yang tertinggal dapat
melepaskan rasa yang membuncah selama ini ?
Entahlah......
Kusandarkan pikiran pada jendela hati yang tak berpintu
Seakan cuaca mampu membaca kilasan sunyi
yang nelangsakan sekelumit penat yang menggumpal
Aku rindu padamu....
Demikian hati membisikkan angin yang berdesir lirih
Apakah demikian engkau disana ?
Masihkah aku mampu memeluk embun yang setiap pagi
mencium deru nafas gairahku sisa semalam ?
Hati, tak akan teriakkan lagi sebentuk nama yang tertuang
dalam lantun kesunyian
Namun kiranya waktu bisa kugenggam selaksa detak
yang kau hentakkan
Bisakah sekelumit kata yang tertinggal dapat
melepaskan rasa yang membuncah selama ini ?
Entahlah......
Senin, 05 Desember 2011
Nyanyian Peri Yang Tak Bersuara....
Kisahku berjalan dalam kabut yang pekat kali ini
Dingin seakan menyandera udara panas dan
mampu melepuhkan bilur bilur tanya pada hempasan angin
Siapakah dirimu duhai bidadari yang tersesat ?
Bukankah engkau tak semestinya berada disini ?
Kau terdiam dalam kebingungan
antara batas langit dan pijakan bumi
kemanakah sayapmu sebelah ?
kau tetap tak bergeming....
Adakah luka yang terbias di mata kakimu yang lunglai ?
kau tetap tak bersuara...
lalu apakah yang bisa kau harapkan dari diriku ?
Kau hanya mendongak dengan derai air mata darah
Sentakan naluri seakan menguras kejutku
kala engkau akhirnya ingin merengkuh tubuhku
dalam bisikan angin yang melemah
tersebut sebuah kata...
bantu aku untuk mencari sayap yang tertinggal
diantara langit dan nestapa.....
Dingin seakan menyandera udara panas dan
mampu melepuhkan bilur bilur tanya pada hempasan angin
Siapakah dirimu duhai bidadari yang tersesat ?
Bukankah engkau tak semestinya berada disini ?
Kau terdiam dalam kebingungan
antara batas langit dan pijakan bumi
kemanakah sayapmu sebelah ?
kau tetap tak bergeming....
Adakah luka yang terbias di mata kakimu yang lunglai ?
kau tetap tak bersuara...
lalu apakah yang bisa kau harapkan dari diriku ?
Kau hanya mendongak dengan derai air mata darah
Sentakan naluri seakan menguras kejutku
kala engkau akhirnya ingin merengkuh tubuhku
dalam bisikan angin yang melemah
tersebut sebuah kata...
bantu aku untuk mencari sayap yang tertinggal
diantara langit dan nestapa.....
Rabu, 16 November 2011
Catatan Hati Merpati.....
Dalam rencana Tuhan aku terdampar
di sebuah beranda hati yang entah milik siapa,
kuamati bayangan wajah lelah yang tertutup sunggingan senyum rantas...
Kemudian kutanyakan mengapa engkau ada disini bersamaku ?
Rupanya dia terlihat sama penatnya denganku
walau canda tetap menghias dalam bilur-bilur kerinduan
Kutatap sekilas
Ada yang tersimpan rapat disana
Jika kau perkenankan diriku,
maka bersandarlah dalam pelukanku...
Sejenak lepaskan kepedihan yang tersimpan
dan biarkan semua mengalir dalam kasih yang tertitipkan
Yang aku tahu...
Engkau adalah sosok yang penuh dengan keunikan
dalam keluguan dan kenaifanmu sebagai manusia
yang tak sempurna
kau coba bentangkan sayap yang hanya sebelah...
berusaha terbang walau entah mata angin kan membawamu kemana
Aku hanya bisa menatap semua keindahan
yang diciptakanNya
sungguh.... bagiku semua seperti mimpi
memiliki sebagian jiwamu yang tak pernah kuminta sebelumnya
Tuhan....
Aku benar-benar memujamu.....
di sebuah beranda hati yang entah milik siapa,
kuamati bayangan wajah lelah yang tertutup sunggingan senyum rantas...
Kemudian kutanyakan mengapa engkau ada disini bersamaku ?
Rupanya dia terlihat sama penatnya denganku
walau canda tetap menghias dalam bilur-bilur kerinduan
Kutatap sekilas
Ada yang tersimpan rapat disana
Jika kau perkenankan diriku,
maka bersandarlah dalam pelukanku...
Sejenak lepaskan kepedihan yang tersimpan
dan biarkan semua mengalir dalam kasih yang tertitipkan
Yang aku tahu...
Engkau adalah sosok yang penuh dengan keunikan
dalam keluguan dan kenaifanmu sebagai manusia
yang tak sempurna
kau coba bentangkan sayap yang hanya sebelah...
berusaha terbang walau entah mata angin kan membawamu kemana
Aku hanya bisa menatap semua keindahan
yang diciptakanNya
sungguh.... bagiku semua seperti mimpi
memiliki sebagian jiwamu yang tak pernah kuminta sebelumnya
Tuhan....
Aku benar-benar memujamu.....
Jumat, 16 September 2011
Namaku J
Aku tak tahu mengapa aku suka di panggil J
Apakah J menjadi gambaran tentangku ?
Judes, Jelek, Jenius, Jutekan
Ah masa bodo
karena aku suka di panggil J
J... adalah jiwaku
J... menjadi semangatku
Dan J membuat aku menjadi J yang sebenarnya
Tetapi lagi lagi aku pun bertanya,
Siapakah J itu yang sebenarnya ?
Apakah J menjadi gambaran tentangku ?
Judes, Jelek, Jenius, Jutekan
Ah masa bodo
karena aku suka di panggil J
J... adalah jiwaku
J... menjadi semangatku
Dan J membuat aku menjadi J yang sebenarnya
Tetapi lagi lagi aku pun bertanya,
Siapakah J itu yang sebenarnya ?
Indahnya menjadi Perempuan...
Bukankah demikian ?
Wanita ibarat madu tapi juga bisa jadi racun,
tapi itu bukan kataku
Wanita selalu menjadi bagian penting dalam setiap sisi kehidupan
dari dialah Tuhan limpahkan amanah untuk menumbuhkan
generasi baru dalam setiap trah manusia
Dari dialah peradaban dunia silih berganti memegang kendali
karena setiap sejarah tak luput dari keberadaannya
Dari dialah setiap dinasti jatuh bangun karena melahirkan
kepemimpinan yang bijak, culas, cerdas, atau bahkan kehancuran
yang memuakkan....
Kadangkala menjadi wanita bosan juga
selalu jadi sasaran yang tak beralasan
menjadi bulan bulan setiap kesalahan yang belum
tentu dia lakukan
terlebih sindiran pedas yang memaki harkat serta
rintihan yang sungguh memilukan kala tersentuh harga dirinya
Namun,
menjadi wanita sungguh amat sempurna
Tuhan meletakkan surga dikakinya
Tuhan menganugerahkan pujian melebihi yang ada
Tuhan memuliakan wanita laksana bidadari surga...
Jika sudah tahu demikian,
bukankah sungguh indah menjadi perempuan ?
Wanita ibarat madu tapi juga bisa jadi racun,
tapi itu bukan kataku
Wanita selalu menjadi bagian penting dalam setiap sisi kehidupan
dari dialah Tuhan limpahkan amanah untuk menumbuhkan
generasi baru dalam setiap trah manusia
Dari dialah peradaban dunia silih berganti memegang kendali
karena setiap sejarah tak luput dari keberadaannya
Dari dialah setiap dinasti jatuh bangun karena melahirkan
kepemimpinan yang bijak, culas, cerdas, atau bahkan kehancuran
yang memuakkan....
Kadangkala menjadi wanita bosan juga
selalu jadi sasaran yang tak beralasan
menjadi bulan bulan setiap kesalahan yang belum
tentu dia lakukan
terlebih sindiran pedas yang memaki harkat serta
rintihan yang sungguh memilukan kala tersentuh harga dirinya
Namun,
menjadi wanita sungguh amat sempurna
Tuhan meletakkan surga dikakinya
Tuhan menganugerahkan pujian melebihi yang ada
Tuhan memuliakan wanita laksana bidadari surga...
Jika sudah tahu demikian,
bukankah sungguh indah menjadi perempuan ?
Langganan:
Postingan (Atom)