Kisahku berjalan dalam kabut yang pekat kali ini
Dingin seakan menyandera udara panas dan
mampu melepuhkan bilur bilur tanya pada hempasan angin
Siapakah dirimu duhai bidadari yang tersesat ?
Bukankah engkau tak semestinya berada disini ?
Kau terdiam dalam kebingungan
antara batas langit dan pijakan bumi
kemanakah sayapmu sebelah ?
kau tetap tak bergeming....
Adakah luka yang terbias di mata kakimu yang lunglai ?
kau tetap tak bersuara...
lalu apakah yang bisa kau harapkan dari diriku ?
Kau hanya mendongak dengan derai air mata darah
Sentakan naluri seakan menguras kejutku
kala engkau akhirnya ingin merengkuh tubuhku
dalam bisikan angin yang melemah
tersebut sebuah kata...
bantu aku untuk mencari sayap yang tertinggal
diantara langit dan nestapa.....