Sesaat jiwaku berkelana
menelusuri labirin masa silam
Berkelok kelok mencari celah diantara dinding hati
tertoreh bekas corat coret dan sulaman luka
yang sudah tak bernanah lagi
Kudapati satu tulisan yang tersirat dalam bilik hampa
yang lama kosong,
sebuah catatan kusam yang tak tau kapan pernah tertuang
Sepertinya pernah tak kusadari telah menumpahkan curahan
dalam tangis dan kemarahan yang meluap akan sebuah kekecewaan
yang mendarah daging hingga tak sanggup melampaui batas sisi manusiawi dalam kalbuku
Yah... pernah dulu kukecewa teramat dalam
hingga untuk berteriak saja seakan hanya dalam hati
berada dalam lingkaran setan yang tak pernah ingini
dan hampir membunuh naluriku karena entah harus bagaimana lagi aku harus bertindak
Kupikir semua tak kan berkesudahan namun nyatanya semua
dapat kuakhiri dengan kelegaan yang luar biasa
tapi rasa kecewa itu seakan masih bisa kurasakan saat ini
Apakah karena kubaca lagi celoteh dinding kusam ini
ataukah karena sebab lain hingga buatku seakan tak punya
harap lagi untuk bisa memberi cinta dan dicintai ?
Baiknya aku berlalu saja sekarang
daripada aku terluka lagi...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar