Hatiku berkabut...
antara putih dan hitam
Hatiku tersangkut
diantara pucuk ranting yang hampir patah
Kemudian aku terpaku dalam tatapan nanar
menukik laksana elang yang ingin meraih mangsa
dalam cengkraman
Ada apa disana ?
Kenapa dengan aku ?
Tak ada jawab ketika terucap sebuah ungkapan
hanya kebisuan dalam sunyi diantara hingar bingar
Apakah dengan berteriak lalu engkau akan menoleh padaku ?
Dan sudi melepaskan dekapan angin saat badai sedang bersemayam
Kenapa disaat aku diam semua terasa asing ?
seakan tak kukenali sekeliling yang meyapa diriku
Ada apa dengan aku ?
hingga cermin saja enggan menerima bayanganku
Siapakah aku ?
ketika aku berhadapan dengan dirimu,
yang ada hanya detak dengan denyut yang tak teratur
menyampaikan pesan kalbu yang aku sendiri tak begitu mengerti
Inginnya aku berdamai dengan badai,
agar hembusannya tak lagi mendera aku
Hingga kemudian aku lunglai
dalam pelukan hangatmu...
Bilakah ....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar