Terluka...Ya, aku memang terluka
Luka itu menganga dan begitu dalam
sengaja kubiarkan tercabik cabik bukan karena
aku ingin menjadi seorang martir, tapi karena aku begitu
menikmati lelehan darah yang mengucur keluar ....
Tetesan darah itu ibarat rintihan hati karena
tak berdayanya diriku merengkuh bayangmu
yang tiba tiba menguap, menghilang tanpa sebab
atau memang harus demikian yang terjadi ?
Ya, aku terluka karena sayatan tajam setiap bait yang kau titipkan
pada pucuk dedauan yang berdesir halus dan lembut menerpa wajahku
Perih ini makin lama makin kebal dan seakan mati rasa saja,
tapi aku benar benar menikmati...
Terluka.... ya, tapi bukan itu yang jadi inginku sungguh...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar