Lembaran demi lembaran kubuka lagi, kutelusuri hingga tak sengaja
kubaca sebuah catatan yang pernah kubuat beberapa tahun silam
ah... hampir saja aku lupa bahwa ada sebuah cerita yang terselip diantara
goresan penaku
Ku ingat kembali sebuah kenangan yang hampir pudar
diantara kisah yang pernah ada
Hmmm... masih ingatkah dirimu nun jauh disana ?
Bagaimanakah dirimu sekarang ?
Kuingin sejenak mengingatmu, mengenangmu
Penggalan kisah yang dimulai saat aku menuju bagian negeriku diujung timur
mengenalkanmu padaku
Sebuah kebetulan bila akhirnya aku bertemu dirimu disana,
walau sama sama
sebagai anak perantau yang mencari sesuap nasi dan seonggok berlian
kita mulai saling bercerita
Awal yang hanya sekedar perhatian dan saling mengusir
rasa bosan karena sepi
bosan berada di alam pedalaman membuat kita saling mengisi hari dan aktifitasSalam dan sapa pagi bila kita berjalan diantara petak demi petak tambak ikan dan udang
membuatku selalu tersenyum melihatmu
keluguanmu karena hampir tak pernah terusik dengan hiruk pikuk suasana kota
terkadang membuatku ingin tertawa, walau itu tak ingin kulakukan
kau takjub setiap memandangku , mendengarkan ocehanku
menceritakan seperti apa kehidupan diantara gedung perbelanjaan, perkantoran,
dan carut marutnya tata kota tempat dimana aku berasalKau berbeda dari semua pria yang ku kenal, lucu, lugu dan tak pernah merasa percaya diri
membuatku menjadi bertanya, namun aku kagum dengan kegigihanmu melawan kerasnya
kehidupan dengan tetap tersenyum dan ikhlas dalam menjalaninya
Hari hari begitu menyenangkan karena kita sering berjalan berdua,
menelusuri jalanan yang berkelok kelok melewati lembah dan gunung
menikmati jalanan pantai Ni'u menuju kota Bima sambil tertawa dan
bernyanyi riang, seirama dengan celoteh alam yang besenandung
diantara nyiur dan deburan ombak
aku bahagia...
Lambat laun seiring dengan waktu, persahabatan yang terjalin
mendadak berubah...
Kau mulai memberanikan diri menawarkan ikatan lebih dari sekedar teman
Kau nyatakan cinta disaat aku tidak menginginkannya
Aku terkejut dan bingung, karena aku tak sanggup bila melukai hatimu
karena aku tahu bahwa kau butuh penghibur lara hatimu
Terlebih sebuah dilema kala itu karena perselisihan,
pun terjadi diantara keluarga karena sebuah kesalah pahaman
Aku menolakmu..... di saat kau membutuhkanku
Dan kekecewaan sempat kulihat di binar matamu yang mulai sayu
kau terluka... dan pernah terluka
masih aku ingat langkah gontai diantara pasir pantai yang tertinggal jejakmu
kau pergi dengan harapan hampa karena aku tak kuasa memberi lebih
maafkan aku....
Kini,
setelah 5 tahun berlalu aku mengenangmu kembali
Tak mungkin terulang lagi kisah itu karena kita sudah jauh
aku tlah kembali ke kota asalku
dan akupun tak pernah tahu lagi dimana dirimu berada
Semoga engkau mengerti, bahwa kau pernah mengisi lembaran catatan
dalam buku harianku....
* Desa laju, Pedalaman Kab. Bima 2003-2005
Tidak ada komentar:
Posting Komentar