Seperti menelusuri sebuah labirin aku melangkah
menapak satu demi satu lorong yang tak tentu arah
kucoba temukan jalan keluar namun selalu terbentur dinding sunyi
Kucari kembali dengan langkah tertatih dengan penuh hati hati
Agar segera kuterbebas dari perangkapnya
Jebakan-jebakan yang kutemukan
tak lantas buatku putus asa
karena sudah demikian yang akan kutemui
sebagaimana hidup yang selalu terselimuti misteri
Kehidupan sebagaimana halnya buku yang tertulis cerita
coretan hati, dan lukisan rasa
menceritakan lakon demi lakon waktu
Ada yang terurai gamblang tapi tak sedikit yang tersembunyi
entah memang disengaja ataukah malah terpaksa demikian yang terjadi
Gontai , tertatih , terjembab , atau bahkan tiba tiba harus berlari
penuh dengan kiasan abstrak
Belum lagi cinta, yang harus tercipta dengan babak belur
penuh dengan alur yang mengharu biru, dan bahkan dengan tak terduga
bersemi walau bukan dalam musimnya
Ungkapan apalagi yang bisa di buat untuk lima huruf yang penuh
sarat makna,
Tak ada seorang pun yang bisa memaknainya dengan lazimnya
Semua penuh ungkapan, bahkan warna warni pelangi dengan pesonanya
mendadak menjadi kelabu
Apalagi yang harus di ceritakan bila semua sudah mengalir dengan sendirinya
Abjad yang tertinggal dalam pena tak akan sanggup biaskan
rasa dan amarah yang mendendam
Biarkan semua mengarah pada yang semestinya
tak perlu lagi harus di bendung bila mata air sudah lama kering
hanya kesia siaan yang akan di sesali
Jadi biarlah semua berlalu
Biarlah....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar