Jauh dalam pusara hati aku mengenalmu
mengendap bak pasir beku yang tak mungkin
bisa kubentuk seperti yang kuinginkan
dan tak ingin pula kuubah menjadi pola yang baru
Kubiarkan saja sama karena begitulah yang sebaiknya terjadi
Menatap langit malam yang pekat
Kurindukan hadirnya bintang pijar yang selalu
hadirkan kedip tuk tuntun jiwaku yang kesunyian
Apakah kau ada untukku saat ini ?
Jiwa rentanku merindukan sinarmu
yang jadi penghiburan di kala gulana menerpa
Celoteh hati sudah tak seperti dulu
mendadak terhenti bukan karena jengah
namun sudah tak mampu berucap kata yang sebenarnya
bukan ingin tuk mengelabui hasrat, bila nyatanya
semua sudah lewat...
Apa yang jadi inginku bila semua sudah berlalu ?
Bila saja masih bisa kuubah, bukan dengan cara yang biasanya
Karena tak bisa ku genggam lagi waktu yang tlah usai
Lalu apakah yang kutunggu saat ini ?
Berada dalam persimpangan asing dan sepi
Sesosok bayangankah atau wujud impian palsu ?
Aku letih, aku lelah
tak bisa ku berlari lagi dengan deru nafas
yang hanya sebatas ilusiku
Tapi akupun tak mampu berhenti walau hanya
sedetik tuk raih sisa udara yang ku butuhkan
Asaku bicara rasa, namun yang tertuang hanyalah kepahitan
kecewakah bila nyata hanya seperti fatamorgana ?
Tak perlu, karena itu hanyalah ilusi
Dan aku tetap harus menatapnya walau dengan sisa perih
Aku letih dengan derita ini
Maka,
Bicaralah dengan angan kosongmu
karena rinduku sudah tak mendendam lagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar